Senin, 27 Agustus 2012

GERAKAN DOA SOLIDARITAS 40 HARI BAGI GEREJA-GEREJA YANG TERANIAYA KARENA IMANNYA.. (Hari KE-7)


Mari berdoa selama 40 hari penuh mulai tanggal 20 Agustus s/d 28 September sebelum Pesta Malaikat Agung dengan cara yang sederhana.. 1x Bapa Kam


i, 3x Salam
Maria, 1x Kemuliaan + St. Mikael tentara surgawi doakanlah kami..

Page Gereja Katolik akan memulai gerakan doa ini setiap hari Pk. 21.00..

Intensi: Mohon rahmat pertolongan Allah dan bantuan St. Mikael, Malaikat Agung untuk semua gereja yang teraniaya karena imannya, secara khusus untuk:

1. Gereja St. Johannes Baptista, Parung, Keuskupan Bogor (Tenda untuk misa disegel sehingga umat merayakan misa di halaman dengan panas terik matahari)

2. Gereja St. Leo Agung, Jatiwaringin, Keuskupan Agung Jakarta (Gereja dibakar dan kini di bedeng)

3. Gereja Kalvari, Lubang Buaya, Keuskupan Agung Jakarta (IMB tidak keluar belasan tahun, merayakan misa di bedeng)

4. Gereja St. Bernadeth, Ciledug, Keuskupan Agung Jakarta (IMB tidak keluar)

5. Gereja Ibu Theresa, Cikarang, Keuskupan Agung Jakarta (Berkali-kali didemo dan IMB tidak keluar)

6. Gereja St. Klara, Bekasi, Keuskupan Agung Jakarta (IMB tidak keluar, beribadah di kapel oikumene dan RUKO)

7. 3 Stasi kita di Aceh Singkil, Paroki St. Mikael, Tumbajae, Keuskupan Sibolga (Disegel dan tidak dapat digunakan)

8. Gereja St. Maria Fatima, Sentul, Keuskupan Bogor

9. Semua Gereja Katolik di tanah air yang teraniaya karena imannya..

Salam dan doa, Deo Gratias


SHARING HARI INI: MENGAPA KITA MENGHORMATI BUNDA MARIA?


Siapa orang Katolik yang tidak tau Maria? Rasanya Bunda kita ini sangat familiar dan dekat dengan kita.. Apalagi Doa Salam Maria yang pasti semua orang Katolik udah hafal.. Sampai-sampai ada komentar miring yg mengatakan "Orang Katolik lebih banyak menghabiskan waktu berdoa kepada Maria drpd kepada Yesus sendiri".. 

Sosok Maria di dalam Gereja Katolik memang sangat istimewa.. Dia lah Ibu kita, Ibu Gereja, Ibu Yesus, Ibu Tuhan kita.. Orang Katolik tidak menyembah Maria, melainkan menghormati keistimewaannya sebagai Bunda Kristus, karena melalui rahimnya lah dunia sudah diselamatkan.. Devosi melalui perantaraan Bunda Maria seharusnya membawa kita lebih dekat kepada Yesus, yakni sakramen-sakramen Gereja, terutama Sakramen Ekaristi.. Maria menghantarkan kita kpd Yesus, Putranya..

Nah, menurut sobat GK, mengapa kita layak menghormati Bunda kita ini? Apa yang istimewa dari Bunda Maria dan adakah pengalaman rohani yang berkesan dgn Bunda Maria.. Yuk, dibagikan..

"EKARISTI MENJADI ALASAN BANYAK ORANG MEMBENCI ATAU BAHKAN MENINGGALKAN GEREJA KATOLIK?"



Bacaan-bacaan Injil selama bulan Agustus ini mengatakan hal yang sama tentang EKARISTI:

Minggu biasa ke-18 (5 Agustus): "AKULAH ROTI HIDUP" (Yoh 6:24-35)

Minggu biasa ke-19 (12 Agustus): "AKULAH ROTI HIDUP YANG TURUN DARI SURGA" (Yoh 6:41-51)

Mingggu biasa ke-20 (19 Agustus): "AKULAH ROTI HIDUP YANG TURUN DARI SURGA; "BARANG SIAPA MAKAN ROTI INI AKAN HIDUP SELAMA-LAMANYA; Lagi, "BARANGSIAPA MAKAN DAGINGKU DAN MINUM DARAHKU MEMPUNYAI HIDUP YANG KEKAL."

Minggu biasa ke-21 (26 Agustus): Setelah tahu bahwa Tubuh-Nya adalah benar-benar makanan dan Darah-Nya adalah benar-benar minuman, maka Ia pun bertanya: "APAKAH KAMU JUGA MAU PERGI?" (Yoh 6:60-69)

Saya tertarik dengan tulisan kesaksian dari Gary Hoge: "Kesaksian Saya: Dari Ateis Menjadi Baptis Dan Akhirnya Katolik." Ia membuktikan kontradiksi teologi Protestan tentang "Sola Scriptura" yang mengklaim bahwa "teologi Katolik tidak berdasarkan Kitab Suci. 

Beliau menulis:

Ketika Yesus berkata, "Inilah tubuh-Ku," dan "barangsaiapa makan dagingKu dan minum darahKu mendapat hidup yang kekal." Katolik memahaminya secara literal. Ekaristi adalah Tubuh-Nya dan sungguh-sungguh daging dan darah-Nya, meskipun tidak tampak demikian. Tetapi umumnya Protestan mengatakan roti dan anggur tetap sebagai roti dan anggur dan bahwa sekali lagi kita tidak boleh mengambil kata-kata Yesus secara literal.

Kutambahkan: Bukankah ini sesuatu yang kontradiksi? Mengatakan bahwa ukuran kebenaran iman adalah Kitab Suci, tapi ketika masuk dalam penafsiran, Protestan menafsirkan sesuatu yang berbeda dari makna literal dari Kitab Suci itu sendiri.

Kalau kita memperhatikan semua penjelasan Yesus tentang Tubuh dan Darah-Nya sebagai makanan dan minuman rohani, maka kita akan sampai pada pemahaman akan kata-kata-Nya tentang "BUATLAH INI MENJADI KENANGAN AKAN DAKU." Ekaristi bukan sebuah tindakan pengenangan belaka tapi memang sebuah kegiatan rohani yang menghadirkan perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus, karena sesungguhnya ketika Yesus mengatakan pada perjamuan terakhir "AMBILLAH, INILAH TUBUHKU" dan "INILAH DARAHKU" (Mrk.14:22-25) Ia tidak memotong daging atau mengambil tetesan darah Tubuh-Nya lalu menggunakan dalam perjamuan terakhir itu, melainkan "roti dan anggur" fana yang menjadi lambang dalam pandangan manusia, tapi akan menjadi "Tubuh dan Darah Kristus" dalam jiwa mereka yang menyatapnya dengan iman. Demikian pun EKARISTI (roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus) yang saat ini kita rayakan dalam Gereja Katolik mendapatkan makna yang sama seperti apa yang Yesus dan para murid-Nya lakukan pada perjamuan malam terakhir.

Sekarang pertanyaan yang pantas untuk direnungkan yakni; "Mengapa banyak orang membenci Gereja Katolik atau bahkan meninggalkannya? Jawaban saya adalah "KARENA DI SANA ADA EKARISTI!" Anda bertanya mengapa? Dan, saya akan menjawab seperti ini: Injil hari ini membantu memberi jawaban; Setelah para murid mendengar tentang sabda Yesus bahwa Tubuh dan Darah-Nya adalah benar-benar makanan dan minuman, banyak di antara mereka "TERGONCANG DAN MULAI MENGUNDURKAN DIRI."

Gereja Katolik menyakini bahwa "roti dan anggur" ketika dikonsekrir telah menjadi "Tubuh dan Darah Kristus." Dan, ini sungguh ditolak oleh banyak orang, yang menyebabkan mereka membenci, enggan bergabung atau bahkan meninggalkan Yesus dan Gereja-Nya seperti kejadian yang terjadi dulu terhadap para murid, kecuali kedua belas Rasul itu. Dengan pertanyaan-Nya: "Dan kamu tidak mau pergi juga?" Yesus memberi kebebasan kepada setiap orang untuk "MEMILIH MAKANAN DI RUMAH MANAKAH IA MAU SANTAP. Yang jelas bahwa di dalam Gereja-Nya (Gereja Katolik) Yesus sendiri menghidangkan Tubuh dan Darah-Nya, yang kita kenal sebagai EKARISTI, sedangkan di denominasi/gereja lain, silakan tanya siapa kokinya dan apa masakannya. Aku selalu percaya bahwa mungkin saja Yesus boleh membagikan makanan yang telah dimasak di Rumah-Nya, tapi TIDAK MUNGKIN IA memasak di rumah lain.

Singkatnya: Gereja Katolik tetap meyakini bahwa dalam Ekaristi, roti dan anggur diubah oleh Yesus sendiri menjadi Tubuh dan Darah-Nya dalam tangan para imam-Nya, dan ini dengan sangat indah dilukiskan oleh Sta. Catalina ketika mendengarkan penjelasan Bunda Maria tentang Ekaristi: "Lihatlah....saat konsekrasi, aku yang adalah ibu-Nya tapi tidak pernah diberikan hak untuk mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah-Nya selain hak istimewa itu diberikan kepada para imam-Nya." Keyakinan iman Katolik bahwa roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus dalam Ekaristi MEMANG KEDENGARAN KERAS, dan itu akan menggoncangkan banyak jiwa, tapi sekali lagi Yesus akan bertanya kepadamu dari dalam Gereja-Nya: "APAKAH KAMU TIDAK MAU PERGI JUGA?"


Goresan hati seorang sahabat untuk para sahabatnya,

***Duc in Altum***